Penemuan Ilmuwan Ungkap Kudanil Merupakan Saudara Paus dan Lumba-lumba
Dari penemuan fosil terbaru, terungkap bila mamalia darat terbesar, yaitu Kuda Nil adalah saudara dari mamalia terbesar di lautan, paus. Misteri asal usul Kuda Nil akhirnya mulai dipecahkan oleh ilmuwan.
Ilmuwan dari Universitas Montpellier, Prancis, berhasil menemukan sebuah fosil berumur 28 juta tahun dibukit yang berada pada situs purba di daerah Lokone, Kenya.
Fosil itu dipercaya menjadi milik nenek moyang Kuda Nil, yaitu Epirigenys lokonensis.
Spesies purba yang ditemukan di Lokone Sandstone Formation ini terbukti sebagai nenek moyang dari Kuda Nil, sekaligus keturunan dari anthracothere.
Anthracothere adalah dari family atau keluarga Anthracotheriidae yang sudah punah. Anthracothere adalah mamalia raksasa berkaki empat dan juga diyakini para ilmuwan sebagai keturunan dari paus purba ‘baleen cetacean’.
Anthracotheriidae adalah hewan dari family atau keluarga yang telah punah, mirip Kuda Nil yang sekeluarga dengan hewan berjenis artiodaktil ungulates (hewan berkuku) dan terkait erat dengan Kuda Nil dan Paus.
“Sekarang kami bisa menyatakan bila Kuda Nil berasal dari spesies anthracothere, yaitu mamalia pemakan tumbuhan yang hidup di air,” kata Profesor Fabrice Lihoreau, kepada Daily Mail (23/02/2015) lalu.
Sementara itu, dari analisis fosil geraham E. lokonensis, diketahui bila nenek moyang Kuda Nil ini bermigrasi dari Asia ke Afrika sekitar 35 juta tahun silam dengan cara berenang.
E. lokonensis pun tercatat sebagai mamalia pertama yang menginjakkan kaki di ‘Benua Hitam’ itu. Uniknya, E. lokonensis jauh lebih kecil dari Kuda Nil yang ada saat ini.
Akibat evolusi dan adaptasi tersebut, ukuran E. lokonensis hanya sebesar kambing dengan berat hanya 100 kilogram.
Ukuran itu sekitar satu per duapuluh ukuran Kuda Nil modern pada saat ini. “Kita akhirnya berhasil mengisi bagian yang hilang dari sejarah evolusi dari Kuda Nil,” ujar Profesor Lihoreau.
“Ini juga menjadi bukti keberanekaragaman grup cetacean yang terdiri dari mamalia laut seperti Paus dan Lumba-Lumba,” ucap Profesor Lihoreau menambahkan keterangannya kepada media.
Ilmuwan dari Universitas Montpellier, Prancis, berhasil menemukan sebuah fosil berumur 28 juta tahun dibukit yang berada pada situs purba di daerah Lokone, Kenya.
Quote:
![]() |
Spesies purba yang ditemukan di Lokone Sandstone Formation ini terbukti sebagai nenek moyang dari Kuda Nil, sekaligus keturunan dari anthracothere.
Anthracothere adalah dari family atau keluarga Anthracotheriidae yang sudah punah. Anthracothere adalah mamalia raksasa berkaki empat dan juga diyakini para ilmuwan sebagai keturunan dari paus purba ‘baleen cetacean’.
Quote:
![]() Lokasi situs purba di daerah Lokone, Kenya. |
Quote:
![]() Diagram keturunan hewan-hewan mamalia raksasa. |
Sementara itu, dari analisis fosil geraham E. lokonensis, diketahui bila nenek moyang Kuda Nil ini bermigrasi dari Asia ke Afrika sekitar 35 juta tahun silam dengan cara berenang.
E. lokonensis pun tercatat sebagai mamalia pertama yang menginjakkan kaki di ‘Benua Hitam’ itu. Uniknya, E. lokonensis jauh lebih kecil dari Kuda Nil yang ada saat ini.
Quote:
![]() Fossil dari nenek moyang Kuda Nil purba. |
Ukuran itu sekitar satu per duapuluh ukuran Kuda Nil modern pada saat ini. “Kita akhirnya berhasil mengisi bagian yang hilang dari sejarah evolusi dari Kuda Nil,” ujar Profesor Lihoreau.
“Ini juga menjadi bukti keberanekaragaman grup cetacean yang terdiri dari mamalia laut seperti Paus dan Lumba-Lumba,” ucap Profesor Lihoreau menambahkan keterangannya kepada media.
Quote:
![]() Para ahli palaeontology sedang berada dibukit pada situs Lokone Sandstone Formation, Kenya, untuk meneliti fosil nenek moyang Kuda Nil. Terlihat jejak-jejak bekas nenek moyang Kuda Nil purba pada kotak penggalian. |





